Setelah sebelumnya menyerahkan pengurusan dokumen ke-imigrasi-an kepada pihak ketiga karena lumayan jiper dengan alur pembuatan yang dulu lama dan ribet (itu lho, yang harus ngantri dari subuh, lama selesai dan sebagainya), akhirnya saya memberanikan diri untuk mengurus sendiri semua pembuatan dokumen ke-imigrasian Elena & Luisa.

Karena status anak-anak yang berkewarganegaraan ganda, maka untuk mendapatkan Paspor Indonesia, diperlukan langkah/dokumen ekstra yaitu:  

  1. Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda (GRATIS)
  2. Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit) (IDR 405,000)
  3. Paspor Elektronik (e-paspor) (IDR 655,000)

Seluruh proses pembuatan dokumen diatas dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada bulan Agustus 2017 tanpa bantuan pihak ketiga.

Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda

Sertifikat ini wajib diurus apabila ingin mendapatkan paspor Indonesia (baik biasa maupun elektronik). Ideal nya sertifikat ini keluar 4 (empat) hari kerja, punya Luisa selesai dalam waktu 7 (tujuh) hari. Sertifikat ini dapat di urus di lantai 3, keluar lift belok kiri, loket nya ada di paling pojok. Berikut adalah daftar dokumen yang diperlukan (asli untuk ditunjukkan apabila perlu & fotokopi):

Persyaratan Affidavit Anak Berkewarganegaraan Ganda
Persyaratan Affidavit Anak Berkewarganegaraan Ganda
  1. KTP Jakarta Selatan
  2. Kartu Keluarga 
    • Anak sudah terdaftar ke dalam Kartu Keluarga
  3. Akte Lahir Anak
    • Apabila anak lahir diluar Indonesia, harus menyertakan Lapor Kelahiran dari DISDUKCAPIL atau bukti Lapor dari Kedutaan
  4. Akte/Surat Nikah Orang Tua
    • Apabila menikah di Luar Indonesia harus menyertakan Lapor Perkawinan dari DISDUKCAPIL
  5. Paspor WNI dan WNA anak
  6. Paspor Ibu
  7. Paspor Ayah
  8. Izin Tinggal Orang Tua/KITAS/KITAP/VISA
  9. Form Register
    • Diberikan oleh Petugas
  10. Keputusan Menteri (KEPMEN)
    • Apabila anak lahir dibawah tahun 2006

Form Register hanya akan diberikan oleh petugas loket apabila kita datang dengan membawa lengkap persyaratan nomor 1-7, kecuali apabila pengurusan sertifikat diwakilkan, maka petugas akan memberikan Formulir terlebih dahulu agar bisa ditandatangani oleh orang tua. Jangan lupa, apabila pengurusan diwakilkan, kita harus menyerahkan Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai.

Seluruh dokumen akan dimasukkan ke folder pink dan kita akan diminta datang kembali di waktu yang ditentukan untuk mengambil Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda. Oia, biasanya petugas loket juga akan meminta nomor yang dapat dihubungi, in case ada masalah atau dokumen yang kurang.

Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit)

Sesuai dengan waktu yang dijanjikan, saya kembali ke Kanim Jaksel untuk mengambil Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda seminggu kemudian. Saya lalu diarahkan ke loket #1 di lantai 3 untuk memulai proses Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit). Sebetulnya anak dapat difoto pada hari yang sama, tapi karena Luisa ngga ikut, terpaksa keesokan harinya harus kembali lagi untuk foto. Saya kemudian ke loket pembayaran untuk mendapatkan kode pembayaran.

Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit)
Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit)

Keesokan harinya saya membawa bukti pembayaran ke loket, kemudian petugas loket memberikan blanko affidavit yang nantinya harus dibawa ke dalam ruang foto. Setelah foto selesai, blanko saya berikan kembali kepada petugas di loket #1 untuk di proses. Seharusnya Kartu Affidavit dapat diambil keesokan hari nya, namun supaya nggak bolak balik, saya memutuskan untuk mengambil Affidavit ini di hari pembuatan e-paspor (dapet nomor antrian pengurusan paspor kebetulan di minggu depannya).

Paspor Elektronik (e-paspor)

Nah, ini bagian yang membuat saya kagum berat dengan kinerja Kanim Jaksel. E-paspor yang konon suka begini dan begitu, bisa selesai dalam waktu 1 (SATU) hari saja. Yak, saudara saudara, beneran cuma sehari! Berikut syarat nya (asli untuk ditunjukkan apabila perlu & fotokopi):

  1. Seluruh persyaratan saat membuat Sertifikat, ditambah:
  2. Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda
  3. Surat Pernyataan Orang Tua
    • Ditandatangani oleh Ayah dan Ibu diatas Materai. Saya nyontek dari google terus saya ketik ulang seperti ini:
Surat Pernyataan Orang Tua untuk Pembuatan Paspor
Surat Pernyataan Orang Tua untuk Pembuatan Paspor

Jangan lupa, kita harus mengambil nomor antrian secara online via aplikasi ataupun website di https://antrian.imigrasi.go.id/. Setelah itu tinggal datang ke lantai 2 (dua) sesuai dengan jam yang tertera. Cek kelengkapan dokumen dan ambil nomor antrian di konter depan lift dan tinggal duduk manis hingga dipanggil untuk verifikasi data serta biometrik. Setelah semua selesai, kita akan dikasih selembar kertas dengan kode pembayaran serta flyer mengenai WhatsApp Gateway Service dimana kita bisa cek status permohonan serta beberapa hal lainnya.

WAGS

Sebetulnya petugas biometrik bilang paspor akan jadi dalam waktu 3 (tiga) hari, namun saya iseng cek status permohonan lewat WAGS keesokan harinya dan ternyata sudah selesai. Tadinya sempet ragu, apa mungkin WAGS nya error (hahaha, saking amazed nya), tapi karena penasaran, jadilah langsung meluncur ke Kanim JakSel. Bener aja ternyata udah selesai donggg..

E-paspor yang Sehari Jadi!
E-paspor yang satu hari jadi!

Nah gampang banget kan, jadi jangan ragu untuk mengerjakan proses nya secara mandiri. Selain sistem yang sudah lebih jelas dan teratur, saya juga merasa para petugas yang sekarang super ramah, sopan dan professional dari yang berada di belakang loket hingga ke petugas yang memberikan nomor antrian. Semua pertanyaan yang saya tanyakan juga dijawab dengan sabar dan santun.

Terima kasih untuk Ibu di loket Affidavit Lt. 3 (aduh maaf lupa nama), Ibu dan Bapak di ruangan Biometrik Lt.3, Mas Okky di Lt. 3 dan Mas I Putu di Lt. 2 yang sudah membantu pengurusan dokumen keimigrasian anak-anak saya dengan ramah dan cepat. 

51 thoughts on “Mudahnya Membuat Affidavit dan Paspor Elektronik (e-paspor) untuk Anak Berkewarganegaraan Ganda

  1. Dear Kartika, saya ada pertanyaan. Akte lahir untuk anak Anda, apakah tertulis anak tersebut sebagai warga negara Indonesia atau warga negara asing?

    Like

      1. dear salam kenal, mau tanya nama diakta apakah sesuai dengan paspor yg diluar negeri.atau bisa diganti.?
        dan tempat tanggal lahirnya,nama negara luar negeri,atau dibuat indonesia,thanks ya

        Like

      2. Hi Mbak Rita, salam kenal. Maaf baru sempat membalas, baru pulang liburan hihi. Untuk nama di Akta anak tentu harus sama across all documents Mbak, begitu juga data – data nya. Anak-anak saya di Akta Kelahiran Indonesia dan Amerika (namanya CRBA – Consular Report of Birth Abroad) tertera tempat kelahiran Jakarta, Indonesia. Jadi di CRBA nya akan tertulis nama anak, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, nama ibu dan bapak serta tanggal lahir ibu dan bapak. Semoga membantu mbak.

        Like

      3. dear maksud saya tempat lahir diakte indonesia ,ditulis jakarta,atau amerika.bisa tolong dikirim contohnya,thankssss banyaaaakkk.

        Like

    1. Hi Mbak Yanti, waktu saya urus di KanIm Jakarta Selatan cukup dengan FC Paspor saja, tidak ditanya aslinya. Apabila ditanya bisa langsung dijelaskan saja bahwa posisi suami tidak sedang berada di Indonesia, saya rasa petugas juga akan paham 🙂

      Like

  2. mba saya menikah dengan orang asing dan saya sudah punya dua anak, tapi saya belum pernah reg affidavit untuk anak saya, kemarin dari imigrasi minta saya untuk reg anak saya ke imigrasi, mereka minta saya untuk membuat surat permohonan, saya minta bantuan mba ? siapa tau mba masih menyimpan contoh surat permohonan untuk membuat affidavit ? please replay ya mba ke Jasmienirn@hotmail.com

    Like

    1. Hi Mbak Yuyun, salam kenal. Saya sudah kirimkan ya Surat Permohonan nya. Seperti yang saya tulis di email: waktu anak kedua, surat permohonan tersebut sudah ada template nya di KanIm Jakarta Selatan, kita tinggal minta, isi dan tanda tangan template tersebut disana. Semoga membantu ya Mbak!

      Like

  3. mbak saya menikah dengan orang asing dan saya sedang hamil sekarang, sebentar lagi akan melahirkan, mau tanya untuk mengurus affidavit anak ini harus di imigrasi jakarta selatan saja kah? Tidak bisa di imigrasi Jakarta barat/jakarta utara kah? please replay ya mba

    Like

    1. Hi Mbak Shenny, salam kenal. Untuk pengurusan Affidavit dilakukan di Kantor Imigrasi sesuai dengan domisili Mbak (domisili KTP). Apabila di Jakarta Barat, berarti mengurus di KanIm Jakarta Barat. Demikian Mbak 🙂

      Like

    1. Hi Mbak Aini, salam kenal ya. Sebelumnya apakah Anak Mbak memiliki Affidavit Dwikewarganegaraan? Apabila iya, paspor tidak wajib dibuat. Ketika keluar/masuk Indonesia cukup menyertakan Affidavit dengan Paspor Asing. Namun terkadang Petugas Imigrasi di airport suka mempermasalahkan tidak adanya Paspor Indonesia (at least begini yang saya pernah dengar beberapa kali), sehingga kebanyakan orangtua merasa lebih aman untuk membuat juga paspor Indonesia anaknya.

      Untuk saya pribadi, kedua anak saya pegang Paspor WNA dan WNI. Ketika keluar dan masuk Indonesia, menunjukkan Paspor WNI.

      Like

      1. Hi mom, saya baca di comment, anak2nya punya paspor 2 (wna dan wni). Kalo boleh tau bagaimana cara menggunakannya? Maksud saya untuk keluar masuk indo dan negara lain, terutama negara suami. Soalnya saya juga menikah dg wna dan akan mengurus affidavit dan paspor anak.

        Like

      2. Hi Mbak Shanaz, salam kenal yaaa. Jadi keluar/masuk Indonesia menggunakan paspor Indonesia. Keluar/masuk negara suami menggunakan paspor WNA. Untuk liburan biasanya tergantung negara yang kita kunjungi. Misalkan Jepang, saya keluar/masuk Europe/Japan menggunakan Paspor US karena tidak perlu apply visa. Pada saat check-in, airlines staff biasanya akan bertanya mengenai paspor, jadi serahkan saja paspor WNI dan Asing. Namun di Imigrasi biasanya tidak pernah ditanya paspor kedua kok (so far saya tidak). Semoga membantu penjelasannya Mbak 🙂

        Like

  4. mau nanya nih mba , kalau misalnya kita mau mengurus affidavit tapi anak kita lahirnya di bawah tahun 2006 harus mengurus ke KEPMEN dulu? terimakasih maaf sebelumnya

    Like

    1. Hi Mbak Najwa, salam kenal. Menurut list dokumen persyaratan dari KanIm sih begitu ya Mbak, namun ada baiknya di cross check dengan KanIm setempat apakah masih memerlukan KEPMEN atau bisa langsung saja mengingat blogpost tersebut saya tulis Agustus tahun lalu 🙂

      Like

  5. Salam kenal mbak,
    maaf tetapi di daftar dokumen yang dibutuhkan untuk bikin Sertifikat Bukit Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda, di nomor 5 tertulis “paspor WNI dan WNA anak”.
    Jelas anak kita belum punya paspor WNI, karena kita sedang mengurus paspor tersebut.
    Apakah artinya mbak urus duluan paspor WNA anaknya lalu urus affidavit dan paspor WNA? Atau kita bisa urus paspor WNA sebelum bikin paspor WNI?
    Terima kasih infonya.

    Like

    1. Salam kenal Mas, daftar tersebut saya dapatkan dari petugas loket di KanIm Jakarta Selatan. Nah, untuk poin #5 tidak salah, karena pembuatan Affidavit dan Pasport WNI pertama anak sifatnya tandem berbarengan. Saat kita menerima Paspor WNI anak, copy nya harus diserahkan menyusul ke loket Affidavit. Untuk Paspor WNA, biasanya bisa dibuat sebelum Paspor WNI. Saya juga demikian, Pasport US anak saya selesai jauh sebelum Paspor WNI saya urus. Semoga tidak bingung dan membantu memperjelas ya Mas. Jangan lupa untuk selalu cross check kelengkapan dokumen dengan KanIm setempat in case ada permintaan tambahan.

      Like

  6. “Apakah artinya mbak urus duluan paspor WNA anaknya lalu urus affidavit dan paspor WNA?” (maaf tadi ada kesalahan, saat saya ketik, seharusnya membaca “affidavit dan paspor WNI”) 😊

    Like

  7. Mau tanya..Apakah bisa hanya cukup menunjukan dokumen KEPMEN saat masuk ke Indonesia jika belum ada Affidavit? atau apakah akan disalahkan? tapi passport Indonesia Ybs masih berlaku , mohon informasinya, thanks

    Like

    1. Hi Mbak Ayu, salam kenal. Selama ini saat masuk ke Indonesia, kedua puteri saya tidak pernah diminta untuk menunjukkan kartu affidavit mereka Mbak. Seharusnya KEPMEN saja tidak masalah karena menunjukkan Paspport Indonesia di waktu bersamaan. Nantinya apabila ingin memperbaharui Passport Indonesia mungkin baru akan diminta mengurus Affidavit dengan menyertakan kopi KEPMEN nya.

      Like

  8. Halo Kartika,
    mau tanya apakah kamu domisili di Indonesia? Saya domisili diluar Indonesia dan ingin masuk ke Indonesia dengan Visa on Arrival (30 hari), Apakah selanjutnya bisa mengurus affidavit di Indonesia?
    Thanks,
    Deasy

    Like

    1. Hi Mbak Deasy, salam kenal. Saya kebetulan berdomisili di Indonesia. Untuk mengurus affidavit di Indonesia diperlukan KTP dan KK orangtua WNI Mbak. Apabila ada, bisa dilakukan di KanIm sesuai KTP. Apabila tidak memiliki KTP dan KK maka pengurusan Affidavit dapat dilakukan di KBRI dimana Mbak berada 🙂

      Like

  9. halo again Mbak Kartika
    untuk affidavitnya anak-anak Mbak itu yang elektronik atau non elektronik? kebetulan saya juga suda masukkan berkas minggu kemarin, di bukti pengantar pembayaran tertulis non eletronik, saya penasaran apa bedanya hehe keburu pulang lupa tanya petugas. terima kasih

    Like

    1. Hi Mbak Maya, maaf baru sempat bales, baru pulang liburan hihi. Affidavit anak-anak kalau tidak salah ingat sudah elektronik, tapi memang berbentuk kartu hijau. Nanti kalau sudah dapet update2 ya Mba, manatau ada yang memerlukan informasi tsb 🙂

      Like

    1. Hi Mbak Aini, maaf baru sempat reply, baru balik liburan hihi. Affidavit memang berlakunya sesuai Paspor Asing anak (ini peraturan yang saya tahu). Jadi memang harus di perbaharui apabila Paspor Asing sudah expired.

      Like

      1. Mba,,, Barusan aku dapat info dari WA kanim surabaya,, kalo affidavit tidak perlu diperpanjang lagi,,
        berikut ku copas jawaban mrk : “Tidak perlu membuat affidavit yang baru, kartu tersebut berlaku sampai anak memilih kewarganegaaran diumur 18 tahun.”

        Liked by 1 person

  10. Hi mbak Kartika! I am Mrs. Paumen from the Netherlands, my husband is Indonesian. Great blog you have ! Really useful ! My children were born before 2006 and are automatically Dutch born from a Dutch mother. Actually we were not ‘up to date’ when new regulations were forced and haven’t registered for Dwi Ganda yet and my kids have two passports. So my question: what do you advice if I wanna travel with my daughter (17) to Holland next June. Should I apply for the affidavit? what will happen if she is registered and she will go to college in Holland and she has to choose one nationality on her 18h birthday ( ti Mei 2020, for instance Indonesian) and lose all her rights for study there ? Is there another way to postpone the affidavit or is it best to go through the procedures. Thanks a lot!

    Like

    1. Hi Mrs. Paumen, thank you for dropping by my blog! I will try to address your concern by dividing it into two topics – but please note that I have not gone through the process of choosing nationality so my words are based on research and experiences from others.

      DOCUMENT TYPES & STEPS
      Doc 1: Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda (Proof of Registration for Double Citizenship Registration)
      Doc 2: Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit) (Immigration Facility Card (Affidavit))
      Doc 3: e-Paspor Indonesia (Indonesian Electronic Passport)

      I am not sure as to why your Immigration Office did not ask for Doc 1 and Doc 2 upon renewing your daughter’s Indonesian Passport, but mine did ask so that is why I knew and got them sorted before submitting the passport application.

      Based of my experiences from both of my girls, in order to obtain their Indonesian Passport (Doc 3), we needed to get Doc 1 and Doc 2 beforehand. Please note that the period of validity of Doc 1 and Doc 2 applies in accordance with the validity period of the foreign passport owned by the person concerned. So once the foreign passport is expired, you will need to make the trip to the Immigration Office and renew both Docs again.

      Now, I know you must be confused as to why do we need so many different documents on top of the Indonesian Passport. Shouldn’t Indonesian Passport be enough for the children? From what I understand and have read so far, Doc 1 + Doc 2 can act as ‘replacements’ of Indonesian Passport. When you have Doc 1 + Doc 2 in your possession, you can use it to exit/enter Indonesia using your Foreign Passport.

      Sadly in reality (few years back), many cases happened in the airport when the Immigration Officers question the absence of Indonesian Passport thus not letting the children enter/exit Indonesia (probably due to lack of understanding of the law in place). As such, many parents prefer to be safe and get the Indonesian Passport anyway, on top of Doc 1 & Doc 2.

      DEALING WITH DUAL NATIONALITIES
      According to Article 6 of Law Number 12 of 2006, “at the latest 3 (three) years, after the child is 18 (eighteen) years of age or is married, the child must choose one of the nationalities” – which means Indonesian government gives the grace period of three years before the final decision has to be made as long as your daughter is not married. Should your daughter decided to get her Indonesian citizenship, she will need to follow the procedure which requires more documents; it’s not automatic.

      So basically, the dateline for choosing your daughter’s nationality will still be met by the time your daughter finish her college (assuming she will graduate on time).

      Hope what I’ve written so far helped a little in answering your concern, feel free to drop me an email at kdumasari@gmail.com should you have further questions!

      Like

  11. hello Mam,
    I am Indian citizen and my wife is indonesian citizen..
    currently i am working in malaysia…my daughter born in 2018 in malaysia only…I have made her Indian passport and she is Indian citizen now.
    I went to Indonesia embassy for affidavit then after fulfilling their requirements they given me one paper “Keterangan” in which they states our name and the section of their constitution
    They asked us to bring it to the nearest immigration in indonesia.
    I wanted to ask you :
    1.) whether my daughter can enter and remain in indonesia as long as she want just by showing this paper named “Keterangan” or not??
    2.) for what purpose we have to go to Immigration in indonesia??/

    Like

    1. Hi Yogi,
      So basically that paper authenticated his/her Indonesian Citizenship based on the law, hence called ‘Affidavit’. Now theoretically, this Affidavit just have to be attached to the Foreign Passport of the child upon entering Indonesia and it will automatically grant the entry for the child. However, sometimes there are confusions among the Indonesian Immigration staffs themselves about the function of Affidavit and there were cases where children with only Affidavit attached to their Foreign Passport were asked to get Visa on Arrival (when they shouldn’t have to).

      Departing from those occurrences, many mixed marriage parents decided to not only get the Affidavit done, but also Indonesian Passport as well. Now, my children have different circumstances than yours so I can’t testify for my own experience. But in my opinion:

      1) whether my daughter can enter and remain in indonesia as long as she want just by showing this paper named “Keterangan” or not??
      Yes, theoretically your daughter should be able to. The length of stay will have to follow Article 6 of Law Number 12 of 2006, “at the latest 3 (three) years, after the child is 18 (eighteen) years of age or is married, the child must choose one of the nationalities” – which means Indonesian government gives the grace period of three years before the final decision has to be made as long as your daughter is not married. Should your daughter decided to get her Indonesian citizenship, she will need to follow the procedure which requires more documents; it’s not automatic.

      2) for what purpose we have to go to Immigration in indonesia? Is it to make the Kartu Fasilitas Keimigrasian ??
      You should ring KJRI JB and ask about this as I have no prior experience with your circumstances. It might have something to do with the Kartu Fasilitas Keimigrasian like you said (probably KJRI JB doesn’t have the authority or machine to make the aforementioned card).

      3) Can we make Kartu Fasilitas Keimigrasian at immigration office in indonesia by showing this
      ‘ Keterangan”?/ If yes what is the procedure for that.
      Yes, theoretically you can. This is just the first step of registering your daughter to access her Indonesian Citizenship rights. You can refer to my blog post about the Affidavit and Kartu Fasilitas Keimigrasian but bear in mind, the requirement for your daughter as she was born overseas might differ a little bit from my children who were born in Indonesia. I suspect they will ask for Bukti Lapor dari Kedutaan (which you already have) and if you got married overseas, Lapor Perkawinan dari DisDukCaPil (essentially, just bring your overseas marriage certificate to DisDukCapPil (Department of Population and Civil Registration) and they will issue a letter of acknowledgement for you).

      Let me know if you have more questions!

      Like

  12. selamat malam bu Kartika, salam kenal nama saya alex.
    sy kawin dgn wna taiwan (telah memegang kitap) dan sudah punya 3 anak(umur 10,5 dan 3), semuanya lahir di Makassar dan telah memiliki passport wni dan juga telah memiliki passpor taiwan.Sy baru dengar dari tetangga yang juga istri WNA dan baru saja anaknya di daftarkan affidavit.
    Pertanyaan saya: apakah wajib di daftarkan affidavit ketiga anak saya?
    mohon balesan nya

    makasih

    Like

    1. Hi Mas Alex,
      Salam kenal!

      Semua tulisan di blog saya berdasarkan pengalaman mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Secara teori, seharusnya semua Kantor Imigrasi memiliki tahapan proses pengurusan dokumen yang sama, namun praktiknya terkadang bisa berbeda-beda.

      Yang harus di mengerti terlebih dahulu adalah kegunaan Affidavit (ini sudah ada di tulisan saya juga). Teorinya, Affidavit dapat digunakan sebagai ‘pengganti’ paspor WNI. Jadi apabila anak-anak kita telah memiliki Paspor WNA, tidak perlu mengurus Paspor WNI untuk mendapatkan fasilitas Anak Berkewarganegaraan Ganda (Bebas Ijin Tinggal di Indonesia seperti VOA, ITAS, ITAP). Cukup dengan mengurus Affidavit dan ‘menempelkan’ nya di Paspor WNA, anak dapat bebas keluar/masuk Indonesia tanpa mengurus ijin tinggal/keluar Indonesia.

      Nah, dulu sempat ada beberapa kasus dimana petugas imigrasi di airport tidak mengerti dengan baik fungsi Affidavit, sehingga saat anak masuk ke Indonesia membawa paspor WNA + kertas Affidavit, tetap diminta mengurus Visa on Arrival (padahal semestinya tidak perlu). Oleh sebab itu banyak orang yang memilih membuat Paspor WNI anak meskipun sudah mendapatkan Affidavit, untuk menghindari situasi seperti tersebut diatas.

      Saya pribadi lebih memilih jalan aman dan mendaftarkan anak-anak saya dengan urutan (harga per 2017):
      1. Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda (GRATIS)
      2. Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit) (IDR 405,000)
      3. Paspor Elektronik (e-paspor) (IDR 655,000)

      Perlu dicatat bahwa Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda dan Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit) masa berlaku nya merujuk pada masa berlaku Paspor WNA anak. Jadi harus diperbaharui sesuai tanggal expiry Paspor WNA.

      Pertanyaan Mas Alex: ‘apakah wajib di daftarkan affidavit?’. Jawaban saya, itu tergantung dari praktek nya Kantor Imigrasi Makassar sendiri. Kenapa demikian? Karena di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, untuk dapat membuat e-paspor anak, saya diminta melengkapi Sertifikat Bukti Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda dan Kartu Fasilitas Keimigrasian (Affidavit). Kalau selama ini Mas Alex membuat paspor anak di KanIm Makassar dan tidak dimintai ya berarti mereka belum terlalu aware dengan aturan mengenai Affidavit. Saran saya, langsung main-main ke KanIm Makassar untuk memastikan kembali, siapa tahu bulan ini mereka sudah mengerti lebih baik 🙂

      All the best Mas, feel free to share your experience with KanIm Makassar, untuk teman teman lain yang mungkin membutuhkan.

      Like

    1. Hi Mba Aini, dulu pas anak-anak lahir, mau langsung buat, tapi kata kelurahan malah sementara ditunda dulu pembuatannya. Terus tiba-tiba aturan ini dijalankan kembali. Jadi sepertinya akan aku urus dalam waktu dekat ini.

      Like

  13. iya bu saya dengar juga gitu,, 2019 harus ada KIA,, untuk urusan administrasi anak…
    kalo udah buat ,,tolong share pengalamanya ya…:) Makasih

    Like

  14. Halo Mba Kartika, salam kenal. Saya sudah selesai mengurus Affidavit di paspor asing anak. Sertifikat juga sudah ada. Yang mau saya tanyakan, apabila nanti anak saya ingin keluar negeri, berarti bisa langsung keluar saja kan ya tanpa perlu mengurus ijin keluar terpisah, karena sang anak keluar negeri untuk pertama kalinya dan paspor asingnya tentu saja masih kosong dan tidak pernah ada cap masuk.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s